Rabu, 28 November 2012

BAB 1

Senin pagi aku tergesa-gesa masuk ke dalam kantor. Karena aku hampir terlambat masuk di hari pertamaku kerja di perusahaan ini.

“Selamat pagi Sue“ sapaku sambil buru-buru menuju mejaku. Sue adalah salah satu resepsionis di perusahaan ini. Jika ada yang ingin bertemu dengan bossku ia harus melewati Sue dulu, karena di perusahaan ini memiliki dua orang resepsionis di lantai satu dan di lantai 20.

Buru-buru aku duduk di meja kerjaku dan menyimpan tasku. Lalu aku melihat ada setumpuk map di atas mejaku dengan catatan di atasnya.

Aku ingin semua laporan ino selesai. Berikan padaku 10 menit sebelum jam makan siang tiba. Jangan terlambat, karena aku tidak menyukai keterlambatan meskipun 1 detik!!!!!

Ya ampun, aku langsung mendapatkan tugas yang cukup banyak dan harus aku selesaikan 10 menit sebelum jam makan siang. Ya Tuhan, semoga aku bisa menyelesaikannya.

“Baiklah, ayo kita kerjakan tugas-tugas ini. Kau pasti bisa Nica.“ Aku menarik nafas dalam-dalam lalu mulai mengerjakan laporan-laporan itu.

Aku langsung tenggelam dalam pekerjaanku. Ketika melirik jam yang terpasang di lengan kiriku aku langsung memberekan map-map itu. Aku memeriksanya kembali sebelum beranjak menuju ke ruangan bossku.

Entah mengapa aku merasa sangat gugup sekali. Apalagi menurut kabar yang beredar di sini Mr. Feehily seorang yang sangat dingin dan tidak mengenal ampun jika ada salah satu pegawainya yang melakukan kesalahan.

Aku mengambil nafas dalam-dalam lalu mengetuk pintu ruangan Mr. Feehily..

“Masuk.“ suara yang datar dan dingin terdengar dari dalam.

“Permisi, Sir. Ini laporan yang anda minta sudah saya selesaikan.“ entah mengapa suaraku terdengar bergetar.

Dengan perlahan aku meletakan tumpukan map tersebut di atas mejanya. Ia tidak berkata apa-apa, matanya yang biru tak terjamah itu menatapku lekat-lekat. Seperti seorang predator yang kelaparan. Ekspresinya tidak terbaca. Apakah aku sudah melakukan kesalahan? Rutukku dalam hati.

“Sir, apa ada lagi yang harus saya kerjakan?“ tanyaku dengan ragu.

Ia masih saja menatapku dengan mata birunya yang berapi-api.

“Miss James kau terlambat. Apakah kau tidak membaca memo yang aku tulis?“

Apa? Aku terlambat? Bagaimana bisa? Aku sudah menyerahkan laporannya tepat waktu.

“Maaf, apa maksud anda, Sir? Saya sudah menyerahkannya sesuai dengan permintaan anda.“

“Kau terlambat 1 detik Miss James.“ ia berdiri, berputar dan men dekatiku.
“Tapi hanya 1 detik, Sir. Aku tidak melakukan kesalahan yang fatal, bukan?“

Tidak ada komentar:

Posting Komentar