“Kau benar-benar tidak mengindahkan memo yang sudah aku berikan padamu, Miss James.“
“Tapi, Sir...“
“Dan sekarang kau membantahku?.Kau sudah terlambat dan sekarang yang kau lakukan adalah menentangku!!“
“Saya tidak bermaksud untuk menentang anda. Tapi hanya satu detik. Saya pikir itu tidak masuk akal, di dunia ini tidak ada yang sempurna.“
“Jelas-jelas kau sudah menentangku Miss James.“ aku memperhatikan wajahnya jadi mengeras. Tetap saja matanya tak terbaca.
“Saya mengaku salah. Jika anda tidak membutuhkan apa-apa lagi saya akan keluar.“
“Aku belum memintamu untuk keluar dari ruanganku Miss.“
Aku terkesiap ketika tangannya tiba-tiba menyentuh pipiku dan membelainya dengan lembut. Tubuhku tanpa diminta langsung memanas dan bergejolak seperti terkena aliran listrik.
Pandangannya tak pernah lepas menatapku. Mata birunya membakar diriku. Ya Tuhan, ada apa dengan pria tampan ini? Mengapa perangainya benar-benar buruk, tidak sesuai dengan wajahnya.
“Kau harus menerima sanksi karena sudah menentangku Miss James.“
Aku langsung melotot sambil membuka mulutku. Terkejut mendengar ucapnya yang ingin menghukumku dengan alasan yang tidak masuk akal.
“Tenang saja Miss James, aku takkan memberikan hukuman yang berat padamu. Biasanya aku selalu memberikan sanksi tanpa pandang bulu, dirimu sebagai pengecualian tentunya.“
“Apa maksud anda, Sir? Jika anda memang ingin memberikan hukuman pada saya silakan. Saya tidak takut sama sekali.“
“Hati-hati dengan ucapanmu itu Miss James.“
Aku sudah benar-benar muak dengan sikapnya yang mempermainkan aku seperti ini.
Tiba-tiba kedua lengannya memegang wajahku. Dalam keadaan terkejut tiba-tiba saja ia mendaratkan ciumannya di bibirku. Sontak aku berontak dan berusaha melepaskan diri, tapi cengkramannya begitu kuat dan membuatku tertahan.
Ia menciumku dengan begitu brutal. Menggigit bibir bawahku hingga aku bisa merasakan rasa darah. Lidahnya mendesak masuk kedalam mulutku dan membelai lidahku.
Aku mengerjap-ngerjap karena mulai merasakan kehabisan udara. Tapi ia tetap saja menciumku. Lengannya yang kuat mencengkramku erat.
Dengan nafas terengah aku berusaha melawan, “Lepaskan aku... Atau aku akan berteriak.“
“Silakan saja berteriak sampai suaramu habis. Tidak akan ada yang mendengar dan melihat kita disini.“ suaranya terdengar bergetar dan nafasnya terengah.
Ia kembali menciumku dengan begitu intens. Membuat perutku terasa bergelung-gelung dan rasa panas di antara kedua pahaku.
“Kau menyukainya bukan?“
“Tidak, lepaskan aku sekarang.“
Lalu dengan perlahan lengannya menyenyuh bagian yang paling sensitif di antara kedua pahaku.
Senyum kemenangan tersirat di wajah tampannya, “Kau tidak bisa membohongiku, kau begitu menikmatinya. Lihat kau sudah basah untukku Miss James.“
Ia berkata sambil terus menerus menyentuhnya. Membuat kupu-kupu berterbangan di kepalaku dan membuat perutku semakin bergelung-gelung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar