“Lepaskan aku?“
“Tidak semudah itu Miss James, apalagi kau sudah berani menentangku di hari pertama kau masuk kerja.“
“Kalau begitu pecat saja aku. Aku tidak peduli.“
“Hati-hati dengan ucapanmu Miss James. Tidak akan semudah itu kau bisa keluar dari perusahaanku ini.“
Lagi-lagi Mark mengunci bibirku dan kali ini aku tidak bisa bergerak sedikitpun. Ia telah mengunci tubuhku ke dinding.
Sampai akhirnya ia melepaskanku sambil tersenyum senang. Aku langsung merapikan rambut dan pakaianku dan bergegas keluar dari ruangannya.
“Urusan kita belum selesai. Ingat itu Miss James.“
Kata-kata itulah yang aku dengar sebelum aku menutup pintunya.
Kurang ajar, dia pikir siapa dia bisa seenaknya memperlakukanku seperti itu. Ia memang seorang CEO muda yang tampan dan brengsek.
Ketika jam makan siang tiba aku melihatnya keluar dari ruangannya. Ia menatapku sekilas sambil tersenyum lalu pergi begitu saja.
Melihat wajahnya aku kembali teringat dengan perlakuannya padaku tadi. Dan tanpa sabar aku meremas kertas yang ada di mejaku. Kesal dan marah, itulah perasaanku yang muncul ketika melihatnya.
Hari pertamaku bekerja benar-benar sangat buruk sekali. Mengapa aku harus mengalami hal seperti itu.
***
Aku melangkahkan kakiku keluar dan menyusuri jalan menuju ke stasiun. Aku sengaja berjalan lambat-lambat karena aku ingin memperbaiki moodku yang sudah rusak.
Tiba-tiba ada sebuah mobil Audi R8 berwarna hitam yang berhenti. Aku terkaget ketika kaca jendela di turunkan dan melihat sosok yang berada di dalamnya.
“Miss James cepat masuk.“
“Tidak akan dan jangan pernah berharap.“
Aku bersiap-siap untuk melanjutkan perjalananku.
“Cepat masuk atau aku akan menyuruh supirku menyeretmu masuk ke dalam mobil.“
“Dengar Sir, di kantor kau boleh memerintahku dengan leluasa. Tapi di luar jam kantor jangan harap bisa memerintahku seenaknya.“
Tak lama kemudian aku merasakan tangan yang kuat mengangkatku dan memasukanku kedalam mobil. Kejadiannya benar-benar sangat cepat sekali.
“Lihat, masih bisa menggunakan kekuasaanku padamu meskipun sedang berada di luar jam kantor.“
Suaranya menyadarkanku dari keterkagetanku.
“Kau mau apalagi? Masih tetap ingin memeberikanku sanksi atas kesalahanku dan sudah menentangmu?“
“Berhentilah, kau sudah banyak sekali bicara Miss James.“
Aku menggeram sambil menggertakan gigiku. Lalu ia menekan sebuah tombol yang berada di sampingnya. Kaca penghalang diantara bangku pengemudi yang berwarna hitam itu muncul.
“Apa yang akan kau lakukan? Mengapa kau mengeluarkan kaca penghalang sialan itu?“
“Karena kau sudah menggeram padaku Miss James.“
Lagi-lagi ia menciumku tanpa ampun. Tubuhnya yang kekar itu mengunci tubuhku.
Matanya yang berwarna biru itu menggelap. Nafasnya terengah-engah.
“Lepas... kan.. aku...“
Aku berusaha mengeluarkan perlawananku meskipun aku tahu aku takkan bisa melawannya.
“Tidak semudah itu Nica. Kau harus menjadi milikku.“ suara terdengar berat dan serak.
“Tidak akan pernah, aku tidak sudi untuk menjadi milikmu.“
“Jangan membantahku lagi, Nica.“
“Kau tidak berhak atas diriku.“
Ekspresi wajahnya mengeras, tatapan matanya tak bisa ku baca. Lalu ia kembali ke posisi duduknya yang semula. Membiarkanku yang terengah-engah.
“Cepat rapikan rambut dan pakaianmu. Sebentar lagi kita akan sampai di tempat tinggalmu Miss James.“
Dengan perasaan berkecamuk aku langsung merapikan rambut dan pakaianku. Lalu ia kembali menekan tombol yang sama untuk menghilangkan kembali kaca penghalangnya.
Selama sisa perjalanan ia terus terdiam. Ekspresi wajahnya benar-benar sangat kaku dan dingin. Benar-benar pria tampan yang menjengkelkan.
Lalu laju mobil melambat dan berhenti dengan perlahan tepat di depan apartemenku.
“Hati-hati Miss James.“
“Terima kasih Mr. Feehily.“
Aku langsung menghambur keluar dari dalam mobil dan bergegas masuk ke dalam. Cepat-cepat aku mengambil kunci dalam tasku, setelah terbuka aku langsung masuk dan mengunci pintunya. Tak lama kemudian aku mendengar suara mobil yang makin lama makin menjauh.
Darimana ia tahu bahwa aku tinggal disini? Pertanyaan itulah yang langsung muncul dalam kepalaku ketika sudah berada di rumah.
Ya ampun Mark :O
BalasHapusMau deh kl Mark yg nyium :p
ckckck…speechless